Fun Fiction #DOTS Eps 15 (Part 1)

Dokter Kang Mo Yeon
Ponselku berbunyi. Ternyata panggilan darimu yang sudah menungguku di loby rumah sakit. Segera aku berlari ke arah mu. Aku bertanya padamu, bukankah masih dua jam lagi kita bertemu. Kenapa datang secepat ini? Beberapa pertanyaan terus ku lontarkan padamu, tapi kau masih diam dan malah terus tersenyum padaku.
Hey berhenti tersenyum padaku, atau aku akan mengidap diabetes. Kau harus tanggung jawab. Senyumanmu membuatku overdosis. Aku ingat saat pertama kali kita bertemu, senyuman itu yang membuatku terpikat. Kenapa ada senyuman semempesona dirimu?

Ada apa? Tanyaku padamu. Kau sedikit menarik nafas panjang. Akhirnya aku tau. ‘Kau akan ke mall lagi?’ Tanyaku. ‘Ya aku harus pergi ke mall’, jawabmu dengan suara berat. Sebuah misi rahasia negara, tapi kita lebih suka menyebutnya ‘mall’. Aku tak bisa berkata apa-apa. Tanpa terasa air mataku tumpah. Kau memandangku cukup lama, melihatku menangis. Aku tau kau pasti tak tega melihatku menangis. Tapi apa ini? Lagi-lagi kau meninggalkanku. Aku tau sekuat apapun mencegahmu, kau tak akan pernah menurutiku. Bagimu, perintah negara  adalah bagian dari hidupmu.

Sebenarnya, inilah yang aku takutkan. Melepasmu pergi, namun tak tahu pasti akan kembali dengan selamat atau hanya tinggal nama. Itulah sebabnya aku sempat menolakmu berkali-kali. Aku tidak siap untuk kehilanganmu. Aku tau bagaimana situasinya medan peperangan. Aku sudah melewatinya denganmu dan sungguh aku tak bisa mengerti kenapa kau memilih jalan seperti ini. Bertaruh hidup di area hempasan peluru di mana-mana. Jika aku bisa meminta, aku akan lebih memilih kau menjadi seorang karyawan biasa, dibanding seperti sekarang. Menjadi pasukan khusus adalah tugas yang amat berat untukmu. Tapi tahukah, meski sebenarnya takut, tapi aku bahagia dan bangga menjadi relawan. Aku bisa bertahan karenamu. Dokter penakut ini menjadi pemberani berkatmu.

Kau memberitahuku kepergianmu akan sedikit lebih lama. Katamu, kita akan bertemu lagi setelah pergantian musim. Jujur itu sulit untukku. Aku tak ingin melepas pelukan ini karena aku pasti akan sangat merindukanmu. Tak bisakah tinggal saja di sini menemaniku? Aku harus pergi, katamu.
Meskipun kau sudah berjanji bahwa kau akan baik-baik saja, tetap saja aku amat khawatir.

Mobilmu melaju semakin menjauh dari arahku berdiri. Aku hanya bisa menatap lekat kepergianmu. Wajahmu sudah tak nampak lagi. Lihat, belum ada satu menit saja aku sudah merindukanmu. Bagaimana dengan tiga bulan?

Seseorang pernah berkata tentangmu padaku “Big Boss, kapten Yoo Si Jin. Dia pintar, lucu, dan misterius.Tapi…dia memiliki rahasia. Dia akan menghilang dari waktu ke waktu. Dia akan sulit dihubungi. Kemudian suatu hari, Phush… Dia tak akan pernah kembali.”
Aku berharap itu tidak akan pernah terjadi.

Kapten Yoo Si Jin
Hari ini aku mendapat perintah ke ‘mall’ lagi. Kali ini akan memakan waktu lama, 3 bulan. Aku mendatangimu untuk melihatmu yang terakhir kali sebelum kepergianku. Kau berlari ke arah ku yang sejak tadi menunggumu di loby rumah sakit. Wajahmu berseri melihatku. Hey, kau tau? Aku benar-benar bahagia bisa memilikimu. Untuk sesaat senyuman itu masih ku nikmati. Sampai aku memberitahumu tentang tugasku yang harus ke ‘mall’. Senyum itu seketika hilang. Aku tau kau pasti teramat sedih. Tapi aku berjanji bahwa aku tak akan terluka. Aku tak akan mati. Aku akan kembali. Aku janji.

Kau menanyakan berapa lama aku akan pergi, satu minggu? Dua minggu?. Tiga bulan jawabku. Hanya tiga bulan, kemudian kita akan bertemu lagi setelah berganti musim. Maaf karena aku tidak bisa melewati musim ini denganmu.

Kau menangis, aku begitu terluka melihatnya. Seakan tak ingin melepasku pergi, kau memelukku erat. Amat erat. Aku akan sangat merindukanmu, bisikku. Kaupun   membalas dengan mengatakan hal yang sama. Aku harus pergi, aku akan baik-baik saja. Percayalah.

Perlahan semakin jauh aku meninggalkanmu. Aku hanya bisa memandangmu dari sudut kaca spion. Terlihat air matamu masih menggenang. Aku benci perpisahan seperti ini. Perpisahan yang membuatmu sedih sekaligus khawatir.

Dokter Kang Mo Yeon
Aku menjalani hari-hariku seperti biasa. Berjaga di UGD, melakukan operasi, mengobati orang-orang sakit dan tentu memikirkanmu yang tak luput dari bagian rutinitasku.
“Aku sampai dengan selamat. Aku merindukanmu.” Sepenggal pesanmu yang kau kirimkan padaku. Sungguh aku lega. Aku bisa tersenyum sekarang.
“Langit sangat indah di Seoul. Bagaimana di sana? Dingin atau panas di sana? Apapun itu. Aku merindukanmu di manapun
kau berada.” Balasku
“Aku mendengar lagu kebangsaan di TV. Aku tak bisa percaya, lagu kebangsaan mewakili hubungan kita. Cepatlah kembali.. Aku rindu.” Pesanku lagi.
“Aku sibuk sepanjang pagi, dan akhirnya aku makan siang juga. Musim dingin di sini. Kau bilang kau akan kembali saat musim berganti. Tapi kenapa kau tidak di sini? Aku
juga tidak mendengar kabarmu. Ini menjengkelkan.”

Entah berapa banyak pesan yang ku kirimkan untukmu. Kau tidak pernah membalasnya. Jangankan membalas, dibacapun tidak. Aku harap ini hanya soal jaringan komunikasi saja, kau harus baik-baik saja.

Kapten Yoo Si Jin
Kau pasti sudah membaca pesanku. Ya, aku sudah tiba dengan selamat. Aku harap pesanku ini membuatmu lega dan berhenti mengkhawatirkanku. Maaf, aku belum bisa mengirim pesan untukmu lagi. Tapi tahukah, medan perang di sini lebih berat dari yang ku bayangkan. Dentuman ledakan di mana-mana. Peluru tak ada hentinya menyasar siapa saja yang lengah. Rasanya aku ingin pulang saja dan terus memelukmu.

Aku berusaha sekuat tenaga melindungi timku agar tak ada satupun yang terluka. Sesaat setelah mengantar sebagian timku memasuki heli, aku merasakan ada yang lain ditubuhku. Ada peluru bersarang di dada kiriku. Aku tertembak. Kang Mo Yeon, bagaimana ini? Aku takut tak bisa menepati janjiku bahwa aku akan baik-baik saja. Pandanganku semakin gelap, tapi sayup-sayup aku mendengarmu bersenandung. Kang Mo Yeon….

Bersambung~

26 April 2016 ~> ke 13

Salam

Tim Genep Kece :*

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s