Tentang Menghitung

Sejak duduk dibangku SMP, saya mulai tidak menyukai pelajaran matematika. Alasannya simpel sih, emak sudah gak bisa ngajarin lagi. Hahahh. Faktanya, emak memang hanya sekolah sampai SMP, itupun gak tamat gara-gara sepedanya dijual sama simbah kakung katanya. Karena gak ada kendaraan makanya berhenti. Mau jalan kaki kejauhan. Cuma bisa pasrah jadinya. Coba dulu sudah ada gojek ya, hihiih. Meskipun tidak berpendidikan tinggi, beliau masih dan akan selalu jadi guru terbaik saya. Love emak bangetlah pokoknya. Hmmm ini kok malah jadi curhat soal emak, intermezo dikit gak papa lah yak, heee.

Kembali ke matematika. Jika sewaktu SD dulu saya selalu minta diajarkan oleh emak tentang materi yang belum faham, terutama matematika. Namun tidak ketika SMP yang sudah mulai mempelajari tentang persamaan linear. Duuhh, entah ya untuk materi yang satu itu saya benar-benar tidak suka. Hahahh, yah gitu otak mendadak minus kalau disuruh belajar soal persamaan linear. Menginjak sekolah Aliyah ternyata berjumpa lagi, makanya saya putuskan untuk mengambil IPS. Pokoknya gak mau lagi belajar hitung-hitungan. Dan saya fikir sudah ya, tapi ternyata tidak. Diawal semester kuliah masih bertemu lagi dengan angka-angka linear, huft. Tapi untung gak lama. Horeeee. *girangdah

Pada dasarnya, dalam kehidupan sehari-hari tak luput dari urusan hitung menghitung alias ber-matematika-ria. Bahkan pekerjaan saya sehari-hari mewajibkan untuk berhitung. Sepertinya saya kualat, hahahh. Gak suka hitung-hitungan malah kerjanya menghitung. Setiap hari bersinggungan dengan angka. Dari mulai ukuran suatu barang hingga angka-angka dari faktur penjualan. Untungnya gak pake rumus ‘ex kuadrat ditambah dua ye kuadrat sama dengan sepuluh’. Atau apalah itu dalam angka linear. Hahahh bisa stres kali ya. Alhamdulilah dalam menghitung faktur gak bikin otak jadi minus, hihiih.

Zaman terus berkembang, kemampuan individu dalam menghitung amatlah dibutuhkan. Dari mulai yang berprofesi besar hingga tukang asongan penjaja permen. Matematika dan hitungannya dibutuhkan disegala lini kehidupan. Jadi, masih benci dengan matematika? Sebaiknya jangan yaaa.

Meskipun sagalanya ada hitungannya dan perlu diperhitungkan, namun ada satu hal yang tidak perlu berhitung apalagi menghitungnya. Yakni dalam mengingat Tuhan. Dalam mengingat Allah SWT. Syukur nikmat yang kita dapatkan saja tidak ada hitungannya, masihkan berhitung dalam mengingatNya? Berdzikir mengingat Allah sebanyak-banyaknya, bahkan disetiap hembusan nafasmu. Sesungguhnya Allah SWT lebih menyukainya ☺☺

8 April 2016 ~> ke 4

Salam

Tim Genep Kece :*

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s