Diam – Diam Rindu

Ada yang diam-diam rindu akan sosokmu. Ada yang diam-diam menanti akan setiap hadirmu. Ada yang diam-diam memperhatikanmu dari jauh, untuk kemudian tersenyum jika melihat keberadaanmu. Ya ada, dan aku akui itu aku.

Kamu ingat kapan terakhir kali kita bertatap muka. Aahh terlalu banyak fansmu, pasti kamu takkan bisa mengingatnya. Baiklah, aku beritahu. Saat itu sabtu, matahari lumayan menyengat ketika aku bergegas untuk pulang seusai bekerja. Kalau tidak salah pertengahan desember kemarin. Duuh sudah setahun banget yah, pantas aku bisa serindu ini.

Sepeda motorku reflek mengarah padamu, ketika ku lihat kau dari jauh. Biasa, aku dulu yang menyapamu. Baru kemudian kamu yang menyapaku balik. Karena pasti sulit melihat keberadaanku disela-sela kesibukanmu. Apalagi kamu harus fokus dengan pekerjaanmu. Tak apa, aku bisa mengerti.

Jika sudah didepanmu, kemudian kamu langsung serta merta memberondongku dengan beberapa pertanyaan. Dan dengan jawaban sekali anggukan kepala, kau akan langsung paham. Hmmm sepertinya kita sudah terlampau saling memahami.

Ada banyak alasan kenapa aku menyukaimu. Hadirmu terkadang membuat otakku sedikit waras. Iyah waras, untuk beberapa saat. Meski sebenarnya tahu betul segala resikonya, namun aku tetap menyukaimu.

Jadi kapan kamu akan kembali dari kampung wahai kang rujak serut langganan??

#Day5 #30HariMenulisSuratCinta

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s