Budi Bermimpi

Budi bermimimpi, ia dan ibunya pergi ke pantai untuk melihat matahari terbenam. Selama ini mereka tinggal di daerah pegunungan, jadi hampir tidak pernah melihat matahari tenggelam di pantai yang konon katanya indah itu.
Budi memang menjajikan kepada ibunya untuk pergi bersama menikmati sunset di pantai. Dengan mengendarai sepeda motor warisan ayahnya, budi membawa ibunya ke pantai. Jauh sekali dari rumah. Mereka harus melewati hutan dan beberapa jalanan terjal yang naik turun.

Setelah melewati beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai. Ibu tampak senang sekali. Pantai indah yang ingin sekali dilihatnya kini sudah ada didepan mata. Beruntung cuacanya cerah dan ombaknya tenang. Mereka menikmati suasana pantai sore yang syahdu. Duduk memandang lautan luas sambil menikmati detik-detik tenggelamnya matahari. Ibu banyak bercerita, juga banyak memberi nasehat-nasehat untuk Budi.

“Nak, jadilah seperti matahari. Jadilah penerang untuk ibu dan semua. Matahari tidak pernah benar-benar tenggelam, sinarnya akan selalu ada. Tetap menebar terang kebaikan ya anakku”.
Budi hanya terdiam, lalu mengangguk.

Hari sudah gelap. Budi segera mengajak ibunya untuk bergegas pulang. Kembali dengan menggunakan sepede motor, budi melaju dengan kecepatan sedang. Tidak ada firasat apapun, sampai pada akhirnya sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba berhenti. Mogok. Budi sebisa mungkin memperbaikinya, namun sepeda motornya tak kunjung hidup. Suasana jalanan sangat sepi. Ibu terlihat pucat dan mulai panik. Ada perasaan bersalah yang teramat kepada ibu karena menyebabkan ini terjadii.  Budi tidak kehabisan akal. Budi berusaha menghubungi siapapun yang ada dikontak henpon untuk membantunya, tapi tak bisa karena kehabisan pulsa. Huft.

Dipagi harinya, terdengar suara sang ibu dari balik pintu kamar memanggilnya .”Ah syukurlah, cuma mimpi” gumam budi. Terlihat ibu mendekati budi dan berkata “Budi ayo bangun nak, hari ini kamu sudah berjanji akan menemani ibu melihat sunset di pantai”. Diam sejenak, kemudian budi langsung lompat dari kasur dan berlari. Menghampiri sepeda motornya yang terparkir diteras rumah, memastikan sepeda motornya akan baik-baik saja agar tidak terulang seperti dimimpi tadi.

#Day4 #30HariMenulisSuratCinta

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s