‘Darurat’ Liburan Ke Jogjakarta (Day 3, Cave Tubing Goa Pindul & Rafting Sungai Oyo)

Hari ke 3 ‘Darurat Liburan ke Jogjakarta’. Masih seperti malam sebelumnya, dibangunin lagi sama alarm hape mery. Ga ngerti kenapa setingannya belom dihapus juga. Hmmm,mungkin mery lelah.

Saatnya explore gunung kidul, yeaay.

Sesuai rencana awal, pagi ini cek out dari penginapan. Kami ingin menginap di gunung kidul, biar liat milkiway gitu. Terealisasi atau gak, hehee nanti dibelakang saja dikasih taunya.  Berbekal tenaga dari sarapan martabak mahal semalem, yang topingnya wow itu lho, tapi masih lebih enak matabak bangka kalau menurut saya. Selera sih. Makan satu slash saja sudah lumayan mengenyangkan. Semoga gak cepet laper lagi, heee

Setelah berpamitan dengan bapak penjaga homestay, kami langsung meluncur ke tempat tujuan. Yuup, goa pindul dan pantai-pantai menawan digunung kidul. Haaii para motor sewaan kesayangan, kalian harus kuat. Perjalanan kali ini akan lebih melelahkan, saya harap kalian baik-baik saja. Tidak hanya menopang berat badan saya saja, kali ini ada tambahan 2 ransel yang beratnya lumayan. Iyaa, maafkan kami. *kemudian motornya ngambek gegara keberatan, wkwk

Tugas sebagai kang peta saya jalankan kembali. Demi mery yang gak bisa baca peta, demi yana dan irwan yang bertugas sebagai pengemudi. Dan demi kita supaya sukses sampai tujuan, hazeeq. Yak, depan ada perempàtan masih lurus. Kedepan lagi pertigaan belok kiri, awas ada tikungan tajam 200m lagi. Sebentar lagi melewati jalanan macet,hati-hati lobang. Fokus kang, wan fokus. Hahahhh begitu kira-kira instruksinya. Udah kek kang parkir yak.

Jalanan menuju goa pindul terbilang bagus. Berkelok-kelok karena jalannya mengitari bukit. Lumayan adem, karena kanan kiri masih hutan. Oiya, disebelah kiri jalan banyak spanduk bertuliskan ‘posko informasi goa pondul’. Mereka semacam guide yang akan mengantarkan menuju goa pindul. Tarifnya kurang tau, karena saya tidak memakai jasa mereka. Sudah pede dengan waze, hihiiih. Meski begitu, kami masih dibuntutin abang-abang naik motor. Iya tau, niatnya baik supaya kami tetap dijalan yang benar *halah. Tapi secara halus saya tolak, karena sebenarnya kami sudah booking dengan pengelola setempat. Tapi kalau misalnya teman-teman belum booking, bisa saja memakai jasa abang ini. Katanya sih gratis, mungkin abangnya sudah dapet fee dari pengelola jika mengantarkan pengunjung.

Kurang dari 2 jam akhirnya kami mendarat di goa pindul dengan bahagia. Oiya, di goa pindul sendiri ada beberapa posko jasa pelayanan. Mungkin dikelola oleh beberapa kelompok. Ada sekitar 3 atau 4 posko haduh lupa persisnya berapa. Kebetulan yang kami masuki namanya ‘Panca Wisata’. Semuanya resmi, jadi tidak usah khawatir. Karena goa pindul sendiri di kelola oleh penduduk asli setempat. Yang membedakan hanya dari warna pelampungnya saja.

Harga tiket Cave tubing pindul 35k dan rafting sungai oyo dikenakan 45k. Kami bermain keduanya, ayeee. Dengan dipandu bapak Suradi, kami duduk diatas ban dalam yang sudah dikaitkan satu sama lain, sementara pak Suradi menarik kami sembari berenang. Sepanjang menyusuri goa, pak Suradi menceritakan detail goa. Goa dibagi tiga berdasarkan pencahayaan. Pertama, wilayah terang yang dapat dinikmati dengan mata telanjang. Di sini, pengunjung dapat leluasa melihat keindahan stalaktit dan stalagmit goa dengan jelas. Stalaktit yang bergantungan itu begitu memukau.

Wilayah kedua yaitu zona remang-remang. Disini cahaya yang masuk sangat sedikit sehingga pak Suradi harus menyalakan senternya agar kami bisa tetap menikmati bebatuan yang berada didalam goa. Diarea gelap ini terdapat batu yang konon katanya jika dipegang oleh para laki-laki dapat meningkatkan keperkasaan, wohooo. Mungkin bisa lebih kuat kalo disuruh manggul beras sekarung, *yakkali :)) Selain itu, ada langit-langit goa yang jika terkena tetesan airnya bisa membuat awet muda dan kulit mulus. Ini khusus untuk para wanita yaaa. Pengen mulus ke goa pindul aja gak usah pake lotion, wkwkwk. Ditengah perjalanan menyusuri goa, juga terdapat batu besar seperti tiang letaknya ditengah-tengah. Entahlah sebutnya stalagtit atau stalagmit. Karena sudah tidak terlihat ujungnya. Hati-hati melewatinya, takut nubruk. Biasa disebut juga ‘watu gong’ atau batu gong. Jika dipukul akan mengeluarkan bunyi seperti gong.

Kemudian memasuki zona ketiga. Diarea ini terdapat lubang besar dilangi-langit goa. Bila cuaca hari sedang cerah, melalui lubang ini cahaya matahari menembus bagian goa mengirimkan ‘cahaya surga’. Wedeeh cahaya surga? Kaya apa tuh? Silahkan datang dan lihat sendiri, heee. Katanya waktu terbaik untuk melihat cahaya ini sekitar pukul 09.00-10.00. Trus kemarin lihat tidak? Ndak lihat, hiks hiks sedih kalau dicritain ma. Keasikan maen lompat-lompatan dari atas dinding bebatuan goa. Atau mungkin waktunya sudah terlalu siang, jadi cahayanya tidak begitu nampak sorotannya.

image

Begaya bersama para manusia seperempat abad🙂

image

Pintu masuk goa pindul

image

Bahagia bener pada megang batu perkasa : )))

image

Bersiap melompat

image

Pipimu meeer, ckckck

image

Gaya dikit :p

image

Abaikan sosok berpelampung orens, yg dibelakang lokasi melompat manja :d

Puas maen lompat-lompatan di goa pindul, yuk saatnya rafting di sungai oyo. Masih dipandu dengan pak Suradi, beliau masih dengan setia bercerita berbagai hal. Sepertinya pak Suradi ini tipe-tipe yang kalau disenggol dikit langsung curhat. Eemmm bapak gak habis putus cinta kan? Hahah. Iya soalnya ketika bercerita soal batu akik, pak Suradi ini semangat sekali bercerita. OMG demam batu akik dimana-mana. Ya Allah, pehlis hindarkan saya dari pengaruh batu akik, hihiiih.

Menuju sungai oyo, kami diantar dengan mobil pick up. Soalnya agak jauh dari lokasi goa pindul. Hanya beberapa menit saja kami sudah sampai dilokasi start rafting sungai oyo. Ban dalamnya dibasahin air dulu, biar gak menyengat dikulit. Satu demi satu kami mulai menaiki ban, kali ini tidak dikaitkan. Kami disuruh saling memegang tali merah yang ada dipinggir ban. Arusnya lebih deras, lebih seru dan menantang. Tak berapa lama kami sampai di lokasi tebing favorit para pelompat, halah bahasanya kok pelompat, hihiih. Pun terdapat air terjun dilokasi ini. Namanya air terjun pengantin. Entahlah kenapa dinamakan air terjun pengantin, sepertinya pak Suradi tidak bercerita dibagian ini, atau saya yang lupa? *huhdasarotakudang😦

Biar gak penasaran, ini dia penampakan foto-foto maen-maen di kali ala ‘darurat’, hehehh

image

Yes akhirnya pak Suradi ikut narsis : ))

image

image

Air terjun pengantin

image

Irwan sok berani banget lompat dari atas situ, hih sereem

image

Cakepan waterfall'y : D

image

Sungai Oyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s