‘Darurat’ Liburan ke Jogjakarta (Day 2, Explore Kalibiru & Candi Prambanan)

Malam pertama menginap di Guest House Ndalem Ngasem dan kebangun dijam 02:30. Dipaksa bangun sebenernya sama bunyi alarm hape mery.
“Meer, itu alarm apa jam segini?”
“Alarm nonton Juve mbak!”
“Ealaah, kirain alarm tahajud.” Hahahh
Matiin alarm, lalu kami pun lelap kembali.
*tahajudnya gimana? Ngggg…
*kemudian hening

*sekip drama pagi ala cewek

Pukul 07:00 kami sudah ready. Udah pada kece-kece kalau kata anak gawul jaman sekarang. Tinggal nunggu motor sewaan yang katanya lagi otw diantar menuju penginapan. Tak perlu memunggu lama, yang  dinantipun tiba. Setelah beberapa saat mengurus administrasi persewaan motor, kami pun langsung berangkat. Honda beat dan yamaha mio siap menemani petualangan kami di Jogja. Sesuai rencana, langsung gaspol menuju Kalibiru di desa Hargowelis Kulon Progo. Buka aplikasi navigasi waze dulu biar gak nyasar. Dan saya mendapat mandat dari temen-temen sebagai kang peta, alias tukang peta *alah.

Diawal, jalanan menuju Kalibiru terpantau mulus & enak tanpa ada kendala berarti. Tinggal mengikuti jalan arah wates menuju waduk sermo. Kalau bingung bisa nanya warga sekitar. Saya sih gak pake nanya, kan make waze *uhuk *sombong.
Dari baca review’an temen-temen blogger yang sudah kesana, estimasi waktunya sekitar 1,5 – 2 jam. Wuiihh jauh yak. Dan benar saja, di waze juga menunjukan waktu tempuh yang tidak jauh berbeda. Recomended deh kemana-mana make waze, dijamin gak nyasar, heee. Waze selalu mencari jarak tempuh terdekat dan waktu tercepat. Karena (mungkin) lewat jalan pintas, ada sebagian jalan yang kami lewati tidak beraspal, berbatu dan berkapur. Ada tebing disebelah kanan, sedangkan kiri jalan semacam lembah yang terdapat banyak pohon, (dibaca; hutan). Maksudnya masih berupa hutan dikanan dan kiri jalan. Agak serem karena sepi dan takut nyasar. Tapi lega setelah melihat waduk sermo dari kejauhan. Karena artinya kalibiru sudah dekat. Hasseek, makin semangat.
Semakin mendekati kalibiru, jalanan yang kami lewati makin gak asik. Nanjak terus. Beberapa kali sempet berhenti, karena mery & irwan dibelakang tak kunjung terlihat. Duuuh bikin khawatir aja, takut kenapa-kenapa kan. Lebih takut mery ngeglundung jatuh sih, hihiiih. Pulang bisa kurus nanti, dan saya gak trima..hahahh.
Iya, motor mio yang dipake mery & irwan agak kurang sehat. Katanya remnya gak asik. Buat nanjak juga susah.
“Merr, turun dulu keberatan!” Pake dorong juga gak mer? Hahah. Coba bisa difoto, pasti keren : P

Namun terbayar ketika sampai di kalibiru. Pemandangannya ciamik banget. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya kehijauan. Waduk sermo terlihat kecil dari sini, namun keberadaannya makin menambah sempurna pemandangan. Saya pun mengedarkan pandangan untuk mencari satu hal penting yang membuat kami jauh-jauh datang kesini. Yuup ‘rumah pohon’. Segera setelah melihat keberadaan rumah pohon itu, lalu saya mencari mas-mas petugas. Suasananya lumayan rame, mungkin karena liburan.

“Mas permisi, kalau mau naik antri berapa?” Tanyaku penasaran.
“Nomer 55 mbak!” Jawab masnya.
“55? Jadi berapa lama ya mas?”
“Yaah sekitar 4-5 jam mbak! ” Gubraagg, lama beud.
“Wah lumayan lama ya mas.”
“Iya mbak, soalnya lagi rame.”
“Oke mas makasih infonya.” (<~ *dialog yang terakhir ini saya tambahin sendiri, wkwk)
Kemudian saya melipir balik kanan dan mencari teman-teman.

FYI, kalau ingin berfoto di rumah pohon dikenai biaya 10k. Dan waktunya hanya 5 menit diatas pohon sana. 5 menit yang berharga itu jangan disia-siakan gais. Tunjukan gaya terbaikmu biar ketjeh difoto *alah. Memang jika dihitung-hitung 5menit x 55 : 60 = 4-5 jam. Jadi mending datang lebih pagi biar gak ngalamin drama kaya kami, hahhah

Dan sepertinya kami keberatan jika harus menunggu selama itu. Meskipun aku terbiasa kuat nunggu kamu *uhuk.
Mengingat rencana awal yang harus ke beberapa tempat wisata dalam satu hari, jadi kamipun memilih alternatif lain. Yess, wahana outbond jadi alternatif kedua setelah yang pertama tidak memungkinkan. Meski rumah pohonnya beda angel dari pertama, tapi masih bagus kok.
Deketin mas petugasnya lagi dan nanya-nanya. Horeee yang ini bisa langsung main, gak pake antri. Memamg tarifnya lebih mahal. Per orang dikenakan 35k. Gak masalah yang penting happy *ihiiiirrr.

Yuk siap-siap pake alat pengamannya. Para cowok mulai dari pos climbing dan berjalan ditali. Sedangkan saya dan mery nyegat dari tengah aja. Gak kuat kalau dari awal, hihiih. Naik tangga yang menggantung ternyata sussah pemirsah. Engep. Butuh tenaga extra. Tapi akhirnya berhasil juga. Jalan nanjak ke Ranukumbolo aja kuat, apalagi kek gini doank. Hahahh sombong beud.

image

Tertulis sih 5k, tapi karena liburan jadi naik 10k

image

Nih yg bikin engep, nyesel pas pagi sit up cuma 3kali : ))


image

Melewati jembatan gantung : D

image

Dimanapun wajib gaya : D

image

Akhirnya bisa foto ditempat yg uwuwuwuu ini : )

image

Sukaak yg iniih : p

image

Gayamu waaan, ckckck : p

image

Keceh donk keceeh : D

Puas maen dan foto-foto, isoma terlebih dahulu baru lanjut perjalanan. Sekitar pukul 13:00 kami meninggalkan Kalibiru dan melanjutkan ke destinasi berikutnya. Yup, candi prambanan dan candi ratu boko. Aktifin waze lagi, dan masih jadi kang peta.
Terlihat keterangan diwaze waktu tempuhnya kurang lebih 2 jam. Huaahh jauh lagi aja. Masih pada kuat kan pasukan? :p
Sinih pijet dulu biar kuat bawa motornya : D

Singkat cerita, 2 jam perjalanan yang melelahkan itu pun berhasil kami lewati. Sampailah kami di candi prambanan. Excited pokoknya. Dulu pas jaman SMP ikut study tour cuma ke Borobudur, sekarang didepan mata bisa liat juga megahnya candi prambanan. Aaakk pengen peluk candinya😀
Sebelum ke loket, kami mampir makan terlebih dahulu di rumah makan seberang pintu masuk candi prambanan. Eeemm maaf pak nama tempatnya lupa. Saya mah gitu orangnya, tapi sih sama kamu gak pernah lupa *ehbegimana? : ))
Menunya ada tongseng, gulai dan teman-temannya yang berupa olahan daging. Enak, kenyang dan murah. Huaahh dambaan ‘darurat’ banget, hahah.

Selesai makan, kami buru-buru menuju loket. Tadinya ingin pergi juga ke candi ratu boko, tapi karena kesorean, tiket terusan dari candi prambanan sudah ditutup. Tiket masuk prambanan 35k, sedangkan tiket terusan ke ratu boko 45k. Ya sudah pasrah saja dan hanya masuk ke prambanan.
Yeaay jadi ada alasan untuk kembali ke kota Jogja yang istimewa.

Memasuki pelataran candi prambanan, kami disambut oleh matahari sore yang panasnya duileeeh. Saya dan mery sampai memakai kain bali untuk menghalau panasnya, hihiih. Lalu ngapain aja di candi prambanan? Biarlah foto-foto dibawah ini yang berbicara😀

image

Ngeselin yak captionnya : ))


image

Levitasi gagal : ))

image

Kece siih, tp gak ada gueh : p

image

Untung ada tripod : P

image

Lagi betek sama kamu meerr : p

image

: )

Sudah selesai kah petuangan day 2? Tentu saja belum, masih ada yang seru. Jadi jangan bosan dulu yak bacanya, *maksa

Puas hunting foto di prambanan, kami segera pulang ke penginapan. Bersih-bersih dan istirahat sebentar. Baru selepas isya, kami keluar kuliner malam. Tujuannya adalah Malioboro. Dan sepicles melihat jalan Malioboro yang ramai dan dipenuhi muda-mudi yang bermalam minggu. Aaakk gak betah rasanya, sumpek  dan engap. Tapi karena lapar, kami akhirnya makan dilesehan yang berada ditrotoar malioboro. Gak istimewa dan mahal. Lain kali kalau balik lagi jangan kesitu ya gais, hihiih.

Selesai makan malah bingung mau kemana. Mau pulang, malu sama pintu kamar. Malam minggu kok jam 9 pulang, hahahh.
Irwan yang ternyata buka-buka instagram malah penasaran dengan martabak pandega. Jadilah berangkat menuju jalan pandega, tempat martabak itu berada. Lumayan lama muter-muter, tapi akhirnya ketemu juga. Sampai lokasi sudah tutup sebenernya, tapi karena rayuan mery bapaknya akhirnya mau melayanin kami. Topingnya ada nutela, kitkat, tobleron, milo, oreo dan masih banyak yang lainnya. Yang diet gak recomended yak, hihiih.
Martabaknya dibungkus aja, buat cemilan tengah malem katanya. Tapi setelah sampai kamar masing-masing malah pada tepar, pfft. Disimpen buat sarapan besok deh. Istirahat dulu yaaa, bersambung sampai disini ~

image

Martabak mahal 95k : )))

image

Diliat doank emang bisa kenyang pok? : )))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s