Terimakasih Nio, Terimakasih Bandung

Horeee jumpa senen lagi. Liburannya udahan. Kerja lagi, cari uang lagi, dan nabung lagi. Nabung buat liburan ke Jogja sama Rinjani *uhuk *amiiinn *kemudian diplototin emak, hahaah
By the way, hari ini sudah memasuki hari ke 25 di #30HariMenulisSuratCinta. Kemarin absen di hari ke 23 dan 24. Maaf bosse, maaf juga kang pos mas adimasnuel yang kece. Merindukan suratku kah?? Tidak..?? Ya sudah aku rapopo.

Perihal absennya suratku 2 hari kemarin, aku ingin bercerita nih. Iya gak papa kalau bosse dan mas kang pos gak mau denger, aku tetep akan cerita. Titik.

Berawal dari ke-bete-an ku akan sesuatu. Ditambah liburan imlek yang tak terduga. Karena biasanya hanya mengikuti tanggal merah saja. Ada sedikit rasa ingin kabur sejenak dari Jakarta. Kemudian terfikir kota Bandung, yang jaraknya kurang dari sejengkal dari jakarta. Iya kalau dilihat dari peta, heee. Tapi dengan siapa? Pikirku. Dengan teman-teman yang biasa pasti sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ya sudah, sekalian saja liburan bertema anti mainstream. Tidak dengan teman-teman yang biasa. Aku mengajak salah satu teman yang belum pernah ku temui. Kenal ditwitter karena memiliki hobi yang sama tentang Korea. Lalu berlanjut dengan tukar menukar pin bbm. Belum pernah meet up, dan sekalinya meet up langsung liburan bareng ke Bandung. Amazing.

Kita sepakat bertemu di stasiun gambir pukul 6 pagi. Karena jadwal kereta yang kita pesan berangkat pukul 6.45. Dengan diantar babeh hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam aku sudah sampai distasiun. Tapi kemudian drama pagi dimulai. Temanku mengabarkan bahwa dia akan terlambat. Ya sudah gak papa aku tunggu. Memaklumi karena dia jauh dari planet Bekasi sana, hihiiii
Aku menunggu hingga pukul 6.30 tapi tak kunjung datang, sedangkan kereta sudah mau berangkat. Eeeerrr…
Tak lama kemudian dia mengabarkan kalau dia benar-benar akan terlambat dan akan menaiki kereta selanjutnya. Aku pun akhirnya berangkat terlebih dahulu. Yaahh sendirian deh. Oke siapa takut : D

3 jam kemudian, kereta Argo Parahyangan yang ku tumpangi pun sampai. Rasanya kok sebentar ya, disuguhi pemandangan yang hijau nan indah serta duduk di kelas eksekutif malah membuat betah. Maklum, kan biasanya naik kelas ekonomi, hihiiii
Oiya, selama di Bandung kita menyewa sepeda motor untuk berkeliling. Jadi aku juga punya janji dengan rental yang menyewakan sepeda motornya. Dengan diantar ke stasiun jadi aku tak perlu susah-susah mendatangi tempatnya. Pun ketika sudah selesai menyewa, mereka akan mengambilnya ditempat yang kita mau.

Tik tok tik tok. Bunyi jam yang tak terdengar ditengah hiruk pikuknya stasiun Bandung. Yang ditunggupun akhirnya tiba. Kemudian kita langsung bergegas keluar stasiun untuk mencari penginapan sekaligus makan siang. Tak mudah ternyata, apalagi bagi aku yang pertama kali nekat keliling kota Bandung dengan scopy sewaan. Beruntung temanku dulu pernah solo traveling di Bandung, jadi sangat membantu. Juga dibantu peta dari om google map. Panas dan macet yang ku rasa. Tragedi nyasar pun turut mewarnai perjalanan kami. Dan ketika tau jalanan di kota Bandung tak jauh beda macetnya dengan Jakarta, disitu saya kadang merasa sedih *yakelah ketularan meme bupol. Hahahhh

Tepat di jalan Cihampelas akhirnya kami menemukan hotel yang sesuai dengan kantong kami. Setelah menaruh barang bawaan, kita pun melanjutkan keliling kembali. Bermaksud mencari keberadaan gedung sate, malah nyasar hingga jalan asia afrika dan Braga. Melewati gedung merdeka, masjid agung, sampai entah dimana posisi kita tak tahu. Ketika bertanya sana-sini ternyata jalan yang kita ambil semakin menjauhi posisi gedung sate. Pfftt. *kemudian pingsan.

Bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami, gedung sate yang kita tuju pun akhirnya terlihat. Hahahhh….padahal sebenarnya gampang. Mungkin karena kita baru, jadi perasaan susah sekali mencarinya. Puas jeprat jepret, kitapun melipir ke Youghurt Cisangkuy di jalan cisangkuy yang tidak jauh dari gedung sate. Bersantai sejenak sambil blogwalking mencari rekomendasi kuliner dari para blogger. Berlanjut ke jalan cipaganti kita santap sore di iga bakar si jangkung. Selesai, kita pulang ke hotel untuk bersih-bersih dan malamnya kita jalan-jalan ke ciwalk yang letaknya hanya berjalan kaki dari hotel. Ditutup dengan wisata kuliner lagi di kedai mangkok manis yang menjual aneka ice cream.

Esok paginya, hari sabtu. Pukul 5 pagi kita sudah prepare untuk menuju tempat yang sudah kita sepakati, yaitu Tebing Keraton. Menyusuri jalanan pagi kota Bandung yang dinginnya ngangenin. Berbekal petunjuk jalan di pergidulu(dot)com dan (masih) dengan google map kita melangkah pasti ke Tebing Keraton berharap menyaksikan detik demi detik kemunculan sun rise dari balik bukit.
Tapi ternyata, butuh effort yang maksimal untuk mencapai Tebing Keraton. Dengan melewati jalanan yang mendaki gunung lewati lembah, hingga dititik dimana scopy kami tak sanggup lagi untuk menanjak membawa kami berdua. Akhirnya aku memutuskan untuk naik ojeg yang sedari tadi berseliweran. Temanku pun melaju terlebih dahulu, disusul aku yang menumpang ojeg. Duuhh mana kang ojegnya keren pisan, pake motor ninja pulak. Boleh lah bang anter eneng lagi pas turun, hahahh. *fokus ria fokus!
Tidak butuh waktu lama akhirnya sampai jg. Setelah memarkir motor dan melewati pos tiket kita berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah tertata rapi. Sedih, karena mentari sudah muncul terlebih dahulu sebelum kita sampai. Tapi tetap tak mengurangi keindahan Tebing Keraton. Dari sini kita bisa melihat pemandangan kota Bandung yang diselimuti kabut. Juga hijaunya hutan pinus yang terhampar luas dibawah tebing. Aaahh betah sekali rasanya. Tapi karena ramainya pengunjung, jadi sedikit kesulitan menemukan spot foto terbaik. Ya sudah gak papa, yang penting bisa menikmati pemandangannya. Puas berfoto-foto, lalu kita memutuskan kembali ke hotel untuk cek out. Eh tapi sebelumnya kita mampir sarapan bubur ayam di kaki lima sekitaran gedung sate. Enak deh buburnya. Kapan-kapan mampir lagi kesini.

Urusan cek out hotel beres, lalu kita berkeliling lagi menghabiskan waktu yang tersisa sebelum ke stasiun. Tujuan selanjutnya yaitu Inn Parfum yang berada di jalan buah batu. Bisa dibilang pusat toko parfum isi ulang di Bandung. Karena sepanjang jalan banyak terdapat toko serupa. Tempatnya rame banget. Setelah sejam mengantri akhirnya dapat juga parfum kesukaan. Fiuuh matahari semakin panas, tapi masih ada satu tempat lagi yang harus dicari yaitu jalan Cihapit. Tempat gathering #30HariMenulisSuratCinta diadakan. Nyasar kesana kemari, tp sukses ketemu setelah bertanya sama aa penjual gorengan. Aahhh ternyata memang benar kata pak polisi tadi, letaknya tidak jauh dari gedung sate dan tidak jauh juga dari museum geologi.
Rasa penasaran pun usai, lalu kita bergegas kembali ke stasiun. Mengejar kereta pukul 4 sore untuk mengantarkan kami kembali ke Jakarta. Aaahh rasanya puas sekali, bisa berkeliling kota Bandung.

Terimaksih Nio, sudah bersedia menemaniku 2 hari ini. Terimakasih juga kota Bandung. Rasanya masih kurang puas hanya 2 hari berkeliling. Masih banyak tempat-tempat indah lainnya yang belum aku kunjungi. Tapi nanti aku akan kembali lagi entah dalam satu purnama atau beberapa purnama. Yang pasti aku akan kembali.

#30HariMenulisSuratCinta
Day 25

2 thoughts on “Terimakasih Nio, Terimakasih Bandung

  1. hahaha.. aq dapet suratπŸ˜€ gomawoyo na.. mian yak bwt drama pagi2nya.. hehehehehee.. eniwei, itu yoghurt knp di tulis cikuray? yoghurt cisangkuy na yg bener… hohooo… baru mau gw posting ada picnya.. hehehe.. wait ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s