Anggara

Jakarta, 16 February 2015

Haaii Anggara…
Boleh ya aku memanggilmu Anggara. Kita belum berkenalan. Hmmm tapi mungkin tak perlu lah, cukup aku tau saja namamu Anggara. Dimana kamu tinggal Dan orang seperti apa, itu belakangan saja.

Aku tak ingin tau sekarang. Aku harap kamu juga akan lebih mengenalku melalui surat-surat yang akan ku tujukan untukmu. Tidak apa yaa, jika aku banyak berceloteh yang tak penting padamu. Baiklah aku anggap kamu setuju.

Pagi ini langit Jakarta cerah. Bagaimana langit ditempatmu? Lalu bagaimana dengan pagimu, apakah menyebalkan seperti pagiku? Ada yang sekonyong-konyong tanpa permisi mengganggu fikiranku, merusak konsentrasi pekerjaanku. Tapi nanti saja kapan-kapan aku ceritakan.
Mbakna maaf, aku menyudahi debat kita soal drakor Faith. Lalu mery, aku bohong soal tanganku yang kejepit laci, hihiiii. Juga irin, sory aku tak membalas bbm mu perihal rasa lelahmu. Ada hal yang tak ingin aku bagi dengan kalian. Tak apa yaa sesekali.

Kamu tau Anggara, mereka orang-orang yang kerap mengganggu pagiku. Sekaligus menghiburku. Tak jarang moodku berubah membaik karenanya. Ada saja hal-hal yang membuat kita tertawa bersama.
Lain kali aku perkenalkan mereka padamu, jika kita benar-benar bertemu. Kamu pasti menyukainya. Tapi jangan coba-coba jatuh cinta padanya. Apalagi sama mery yang suka ganjen itu. Okee ya deal!

Hari ini cukup segini dulu yaa surat dariku. Lain kali aku ceritakan lagi hal-hal menarik lainnya. Aku harap kamu tidak bosan.

Dari aku,
Kenalan barumu.

#30HariMenulisSuratCinta
Day 18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s