Kepada Angkot Warna Telor Asin

Kepada yth:
             Bapak sopir angkot warna telor asin

Pekerjaan bapak-bapak sekalian mulia sekali. Mengantarkan mereka-mereka yang tak memiliki kendaraan pribadi dengan berbagai rute agar tidak terlambat menuju ke tempat kerja. Karena beberapa alasan juga jasa bapak amat diminati banyak orang, terutama bagi yang membutuhkan transportasi murah.

Sebagai ex pengguna angkot, saya sangat faham keadaan didalamnya. Harus muat berapa orang disisi kanan, kiri dan depan. Terkadang juga bapak membuat para penumpang menunggu, tidak akan berangkat sebelum terisi penuh. Menariknya, ketika didalam angkot kita bisa tahu informasi yang tidak didapat ditempat lain. Mungkin seperti infotainmen berjalan. Iya, seringnya tidak sengaja mendengar curhatan seseorang. Mulai dari yang bertema sosial, ekonomi hingga berita selebriti.
Diangkot juga jadi sarana pengamatan. Jika beruntung, melihat penumpang yang kece juga semacam obat bosan ketika didalam angkot. Syukur-syukur bisa diajak kenalan dan dibawa pulang, hihiiii. Tapi seperti musibah ketika menemui penumpang yang (maaf) bau dan membuat tidak ingin berlama-lama berada didalamnya.

Tapi tahukah pak, saya terkadang sebal dengan tingkah bapak-bapak sekalian. Bapak tahu kan kondisi jalanan Jakarta yang padat. Tak jarang mobil angkot bapak  menjadi biang kemacetan. Sesuka hati ngetem dan berhenti sembarangan. Tidak patuh pada rambu-rambu lalu lintas. Belum lagi gaya ugal-ugalan bapak ketika tanpa tanda memotong jalan. Kadang kendaraan saya bersinggungan dengan angkot bapak yang berujung emosi tapi tak berani memaki. Saya mengerti sekali, mungkin bapak sedang mengejar target setoran. Tapi apakah sebanding dengan dengan resiko bahaya yang mungkin menimpa bapak-bapak sekalian. Jika tak memikirkan diri sendiri, cobalah memikirkan orang lain. Jalanan tidak dipakai oleh bapak-bapak saja. Tetapi ada hak para pengguna jalan lain yang juga ingin selamat.
Saya harap hanya segelintir saja yang berlaku demikian, dan tidak menular ke para sopir angkot lainnya.
Sekian surat dan unek-unek saya.
Terimakasih

#30HariMenulisSuratCinta
Day 15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s