Bad Day Pasti Berlalu

Usianya hampir sama denganku. Perempuan.  Berperawakan kecil. Ceria. Tak nampak sedikitpun gurat kesedihan diwajahnya. Tapi tidak dengan matanya, menatapnya lebih dalam akan terlihat jelas beban hidup yang teramat besar yang kini sedang dipikulnya. She is strong women.


Dibesarkan oleh kakek-neneknya sedari kecil, dia tumbuh tanpa didikan ayah dan ibunya. Seperti seseorang yang tak diharapkan, ayahnya tanpa rasa bersalah meninggalkannya. Sedang ibunya pergi bekerja demi tuntutan ekonomi. Tanpa mereka dia baik-baik saja, terlebih kakek neneknya yang teramat menyayanginya

Tapi kini, meskipun tampak dari luar biasa-biasa saja. Aku tau, kamu berusaha terlihat tegar. Dia yang kamu percayai bisa mendampingimu pun turut pergi. Hilang tanpa jejak. Ingin rasanya aku menamparnya seribu kali untukmu. Tidak, seribu tamparan pun takkan sebanding dengan luka yang dia torehkan padamu. Aku tidak tau seberapa besar sakitnya itu, tapi aku yakin kamu teramat menderita karenanya.

Ditengah kekecewaan yang sedang kamu alami, cobaan seakan belum mau berhenti. Karena terlalu keras bekerja, kamu akhirnya jatuh sakit. Bahkan dokter memvonismu sakit jantung. Ya Allah apalagi ini? Jika itu aku, mungkin takkan sanggup menanggungnya.

Saat ini, seluruh perhatianmu hanya terfokus pada bidadari kecilmu yang sekarang menginjak usia 5th. Kerja kerasmu selama ini demi untuknya. Dia yang selalu menguatkanmu. Dia yang membuatmu bertahan ketika sakit. Dia yang selalu kamu rindukan. Dia bidadari kecil yang selalu ingin kamu lindungi. Aku yakin kamu bisa lebih baik dari orang tuamu.

Aku minta maaf, kadang aku terlalu cuek terhadapmu. Jarang menunjukan perhatianku. Bukan aku tidak perduli, tidak. Aku sangat perduli. Kadang ketika aku memikirkanmu, air mataku tak terasa menetes. Membayangkan seberapa besar penderitaanmu. Aku tidak tau seberapa banyak kamu menangis ditengah malam, yang pasti aku selalu mendoakanmu agar kamu bisa hidup bahagia. Percayalah, Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya. Aku yakin, kesedihanmu yang sedang kamu alami saat ini, akan diganti dengan kebahagiaan yang tak ada habisnya. Semua akan indah pada waktunya. Badai pasti berlalu, dan bad day tentu juga pasti akan berlalu.

Aku,
Sodaramu yang selalu mendoakanmu diam-diam.

#30HariMenulisSuratCinta
Day13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s