Yang Ku Sayangi

Gak jelas dari kapan sampai kita bisa sedekat ini….
Berkomunikasi setiap hari dengan bbm, WA, FB, Twitter, membicarakan sesuatu yang tidak penting tapi aku menyukainya. Sungguh.
Tak jarang pula kita saling membully, dimultichat dengan seorang lagi yang tak ingin ku sebut namanya, sebut saja “Miss you know who” yang terkadang membuatku tertawa sampai sakit perut.

Selama ini kamu menjadi panutan buatku. Maaf kalau aku suka curhat yang mungkin tidak tahu waktu. Bisa saja ketika aku curhat perasaanmu juga sedang tak menentu, tapi meskipun begitu kamu tetap menjadi seseorang yang bijak, terus memberikan nasihat – nasihat  yang mungkin bagi siapa saja akan merasa tenang saat mendengarnya.

Padahal jarak kita begitu jauh, tapi aku selalu merasa dekat.
Belum lama ini aku mengunjungimu. Raut muka senang terpancar dari wajahmu ketika menjemputku di stasiun. Keluargamu yang begitu hangat, aku sangat menyukainya. Aku diterima dengan sangat baik disana. Terimakasih sudah menjamuku dengan sajian yang luar biasa.

Maaf. Sejak kejadian kecelakaan itu aku baru sempat menengokmu. Alhamdulilah keadaanmu sudah lebih baik. Terus berjuang yaah…, aku yakin kamu bisa sembuh seperti sedia kala. Jangan pernah putus asa. Allah begitu menyayangimu sehingga memberikan cobaan ini.
Lihat saja, bahkan ketika sedang sakitpun kamu masih bisa berkarya. Berbagai aksesoris buatanmu laris manis. Caramu membunuh waktu benar – benar sangat briliant. Iya waktu yang membosankan jika tidak melakukan apapun ketika sakit. Tapi dengan tanganmu yang cekatan kamu bisa berkarya lagi, membuat bros – bros indah lagi. Aaahh aku iri dengan hobimu yang bisa menghasilkan uang.

Aku teringat kemarin ketika aku dan Miss you know who ketinggalan kereta karena tertahan longsor. Aku tahu pasti kamu begitu khawatir bahkan sampai menitikan air mata. Tapi tahukah, sungguh aku tertawa cekikikan ketika miss you know who memarahimu ditelp. Begini, ” pliss deh jangan lebbaay…gak usah nangis, kita baik – baik saja” hahaaa buatku itu lucu tapi maniss. Kita sama – sama tau kalau kejadian itu benar – benar unpredictable, bahkan ada keuntungan lain. Aku dan miss you know who bisa ngebolang jalan – jalan asik sambil nunggu kereta datang, heee

Terimakasih buat kamu… eonniku tersayang mbak Naa Tri fatnawati yang sudah ku anggap seperti kakakku sendiri. Terimakasih untuk perhatiannya, terimakasih juga buat bros-bros dan gelangnya. Sory sudah membuatmu rugi karna memberiku dengan gratis, hihiii.
Oiya temanku miss you know who, namanya Evi Rekyan Saputri  anaknya bapak Warsito asli Wonogiri…hahaaa
Terimakasih sudah membuatku lebih sering tertawa. Calon ibu yang keren, jaga keponakanku baik-baik yaaa…
Salam trio ngiknguk… *peluk erat cipok basah* :* <3<3

3 thoughts on “Yang Ku Sayangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s